Jumat, 16 September 2011

DEBAT PNS DEPAN PINTU SURGA.......



DEBAT PNS DEPAN PINTU SURGA….
Ada 3 wanita PNS Kendal yang telah meninggal dan
saat ini mereka sedang berada di pintu
gerbang surga untuk di interview oleh
Malaikat Penjaga Pintu Surga dan
assistannya. Interviewnya sbb,
Malaikat : Bagaimana kehidupan kamu
wanita A ?
Wanita A : Oh...saya wanita paling baik
dan soleh, sampai saya
meninggal saya masih menjaga
keperawanan saya.....
Malaikat : OK..assistant ..berikan
Kunci Surga Emas
Assistant : Baik.
Malaikat : Bagaimana dengan kamu Wanita
B ?
Wanita B : Kalau saya normal aja
tuh..saya menjalankan agama, kawin, dan
sekali..sekali...selingkuh kali
ya...tapi waktu me ninggal sudah tobat.
Malaikat : Assistant..Berikan Kunci
Surga Perak....
Assistant : Baik
Malaikat : Kamu gimana Wanita C ?
Wanita C : (Sambil senyum
genit)..saya..anak gaul, malaikat,
hidup saya
bebas...agak-agak free sex...habis kata
orang body saya bagus sih..jadi..ya
udah enak sih..
Malaikat : .....Assistant... berikan
Kunci......Kamar saya...

Jumat, 26 Agustus 2011

Ma'Na LeBa Ra n

Makna Lebaran (Idul Fitri)


Idul FitriLebaran merupakan siklus tahunan yang senantiasa  datang dan pergi, berputar secara kontinyu. Karena sifatnya yang demikian inilah ia disebut dengan ‘Id, yang secara etimologi (lughat) berarti ulangan atau putaran.
Namun jika dimaknai secara sempurna lebaran (dalam ajaran Islam) bukan hanya karena perputaran dan siklus secara berulang-ulang datangnya, tapi mesti merujuk pada kata selanjutnya yaitu Al Fithr. Al Fithr inilah sesungguhnya inti dari lebaran dalam ajaran  Islam, sehingga perlu kita cermati dan kita kritisi hakekat maknanya secara mendalam. Karena kesalahan dalam memahaminya akan berakibat kegagalan dalam menyelami makna terdalam yang ada di dalamnya.
Istilah Al Fithr pada dasarnya terkait erat dengan konsep kesucian pembawaan (Al Fithrah) dalam ajaran Islam. Sebagaimana dijelaskan dalam untaian mutiara  kalam Nabi Muhammad SAW, yaitu :
Kullu Mauludin Yuuladu ‘alal Fitrah
“(setiap manusia dilahirkan dari perut ibunya dalam keadaan  suci dan bersih)”
Konsep fitrah yaitu suatu pembawaan manusia berupa ajaran tauhid ketuhanan yaitu penyaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Sehingga secara alami/natural manusia itu bersifat hanif (mencari yang benar/kebenaran).
Maka dengan datangnya Idul Fitri  tahun ini sebenarnya merupakan momen yang tepat untuk merefleksikan diri (secara personal) tentang pembawaan diri kita yang fithrah dan hanif. Dari sini kemudian diharapkan akan tumbuh sikap instrospeksi secara obyektif sehingga gunungan karang-karang kedloliman yang telah menodai kefithrahan dapat tersucikan secara bersih.
Untuk menggapai fithrah dan hanif tidak bisa terlepas dari pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadlan yang telah kita laksanakan kemarin.
Banyak manusia yang melakukan puasa di bulan Ramadlan tapi (tidak sedikit) dari mereka hanya mendapatkan lapar dan haus, sebagaimana sabda Rasul : Kam min shaimin laisa lahu min shiyamihi illalju’i wal ‘athasyi, berapa banyak dari mereka yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa, kecuali rasa lapar dan haus.”
Jika kita pahami makna hadis di atas secara mendalam dapat kita ambil suatu kesimpulan bahwa dalam aktifitas puasa yang diutamakan bukan hanya pada keadaan lapar dan haus saja, tapi yang lebih penting dan utama  adalah kemampuan mengendalikan diri (hawa annafs), Sehingga prosesi puasa yang hanya mengutamakan rasa lapar dan haus saja tak akan bermakna sama sekali secara ruhaniyah.
Oleh karena itu  untuk memahami hakekat dari puasa perlu kita lihat kembali konsep dasar dari puasa itu sendiri yaitu denga tujuan “la’allakum tattaqun” supaya kita menjadi orang-orang yang bertakwa (Al Baqarah :183).
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Secara vertikal (doktrin KeTuhanan), taqwa bermakna suatu sikap penghambaan diri pada Allah dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya secara kontinyu. Sedangkan secara horisontal (doktrin kemanusiaan) Taqwa bermakna suatu sikap hidup yang dapat berdampingan dengan lingkungannya secara damai dan tentram tanpa ada persengketaan dan sebagainya.
Sedangkan makna taqwa sejati adalah kemampuan mengintegrasikan kedua makna taqwa di atas ke dalam diri setiap individu secara totalitas (kaffah).
Dengan pemahaman demikian berarti puasa dapat dipahami sebagai proses menuju kesejatian diri, menuju taqwa. Karena lewat  aktivitas puasa inilah  tercipta Riyadlotun Nafs (olah jiwa). Dengan olah jiwa ini secara berkelanjutan akan dapat mengokohkan Himyah (penjagaan) dan Junnah (perlindungan) diri manusia dari  dorongan-dorongan nafsu syahwati hayawan (hedonisme), kenikmatan-kenikmatan sesaat, hasrat pengrusakan, penjarahan, perampasan dan rangsangan -rangsangan untuk menindas serta sikap-sikap non fithriyah lainnya. Karena hakekat dari puasa adalah Imsak dan Wara’ yaitu pengendalian diri serta penjagaan diri dari perbuatan-perbuatan mungkar.
Dari uraian di atas dapt kita pahami sesungguhnya ibadah puasa yang baru saja kita laksanakan merupakan suatu proses transformasi spiritual . Artinya bahwa puasa merupakan suatu proses membangun dan mendidik diri sehingga terwujud perubahan-perubahan dalam pola tingkah lakunya secara positif (secara kwalitas maupun kwantitas) untuk meraih derajat muttaqin / orang yang bertaqwa.
Antara pra puasa dan pasca puasa terjadi grafik meningkat / naik dalam beramal shalih dan upaya taqarruban ilAllah , inilah ukuran dalam aktifitas bulan Ramadlan sehingga selepas Ramadlan ini hendaknya kita segera mengevaluasi diri dan melakukan perenungan dengan mata hati, mengasah nurani kita sejauh mana aktifitas Ramadlan telah teraktualisasikan dalam kehidupan kita selanjutnya. Patut kita tanyakan pada diri kita :
Sudah Fithrikah kita ketika kita hidup berkecukupan sementara tetangga kita pendapatan hari ini munkin tidak mencukupi untuk esok hari.
Sudah Fithrikah kita ketika orang-orang di sekitar kita membutuhkan uluran tangan kita, sedangkan kita kadang-kadang acuh tak acuh dsb.
Hal ini penting karena pada kenyataanya dari pengalaman tahun yang lalu Ghirrah ke Islaman kita masih terkotak hanya pada bulan Ramadlan saja , pengekangan-pengekangan hawa nafsu seolah hanya pada bulan Ramadlan saja selebihnya pada 11 bulan lainnya hanya rutinitas sehingga nilai-nilai Ramadlan dengan segala kelebihannya tak terpraktekkan sama sekali.
Agaknya inilah barangkali kelemahan atau kesalahan kita dalam memahami Ramadlan atau ajaran Islam secara totalitas. Ramadlan dipahami sebagai bulan ibadah tapi kemudian tanpa meninggalkan bekas atau perubahan pada perputaran waktu selanjutnya, inilah realita yang ada pada kita yang perlu kita luruskan perlu kita reformasi.
Dengan perenungan-perenungan di atas nurani dan jiwa kita dapat mendomonasi dalam setiap langkah kita, selau merasa bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan serta mengasah nurani kita untuk bersikap welas asih mengasihi dan menyayangi pada sesamanya, sehingga kita dapat meraih makna Idul Fitri dengan pemahaman yang benar sesuai dengan ajaran Islam.
Idul Fitri tidak hanya dipahami sekedar berbaju baru, makan ketupat, budaya konsumerisme, pameran materi dan kemegahan dunia dsb, karena pemahaman yang demikian hanya menonjolkan unsur lahiriyah tanpa peresapan lebih jauh secara ruhaniyah dan juga akan semakin mempertajam kesenjangan dan sangat bertentangan dengan hakekat Idul Fithri, yaitu menciptakan solidaritas dan semangat kebersamaan serta cinta kasih.
Untuk itu mari Idul Fitri sekarang ini terlebih lagi di tengah berbagai musibah yang sedang menimpa  Negeri tercinta ini , kita gunakan sebagai moment untuk introspeksi atas puasa kita sebagai manifestasi ( Hablum MinAllah ) dan instrospeksi serta mawas diri terhadap realitas kehidupan sosial kita sebagai manifestasi (Hablum Minannas). Jangan sampai kita memonopoli kebahagiaan ini, karena sesungguhnya masih banyak jutaan saudara kita yang butuh santunan dan perhatian dari kita, masih banyak saudara kita yang hidup di bawah garis kemiskinan sehingga pantaskah dalam kondisi yang demikian kita memonopoli kebahagiaan dengan sikap boros, konsumeris dsb, padahal kita lahir dalam keadaan yang sama, polos tanpa ada kelebihan sedikitpun di antara kita. Oleh karena itu hidup saling mengasihi menjadi suatu keniscayaan dan inilah yang harus kita refleksikan dalam kehidupan kita. Serta Idul Fitri ini sebenarnya ujian awal bagi kita selepas ibadah puasa Ramadlan, sejauh mana kemampuan kita menterjemahkan nilai-nilainya dalam realitas kehidupan kita sehari-hari pasca bulan tersebut.
Namun yang jelas dan perlu kita sadari bahwa untuk mewujudkan pesan la’allakum tattaqun, tak dapat hanya dengan menjalankan aktifitas ibadah di bulan Ramadlan saja, tetapi sebaliknya esensinya ada pada sebelas bulan selanjutnya, karena Ramadlan hanya ajang training dan latihan, ajang penggodokan dan pengkaderan, secara rasional orang yang sehabis mendapatkan training dapat meningkatkan atau minimal menerapkan keilmuannya sesuai dengan bidangya masing-masing. Kalau yang terjadi sebaliknya, dalam konteks transformasi spiritual berarti telah gagal menjalani training dan tentunya derajat taqwa tidak akan tercapai, karena derajat agung ini hanya dapat diraih dengan kesungguhan, prestasi dan aktivitas ibadah secara kontinyu dan terus menerus.

Jumat, 12 Agustus 2011

Mr.Ben Po Rah


Cerita Lucu Obrolan Orang Singapore dan Malaysia

mr-bean.jpg

Seorang turis asal Singapura(spore) sedang berlibur di Malaysia. Dia sedang menikmati sarapan pagi di Coffee House hotel dimana dia menginap. Seorang warga Malaysia(datuk) sambil mengunyah Permen Karet duduk disebelahnya dan mulai mengajaknya ngobrol dgn santai.

Datuk : "Kalian orang2 Singapura memakan keseluruhan roti ya..?"
Spore : "Tentu saja"
Datuk: "Kami tidak. Di Malaysia kami hanya memakan bagian dalamnya saja. Bagian kulit luar roti yang kering kami kumpulkan ke dalam kontainer, diolah, &di produksi menjadi roti croissants utk di ekspor ke Singapura"

Datuk lalu tersenyum puas ketika melihat si Spore terdiam seribu bahasa tanpa bisa menjawab.

Datuk : " Apakah kalian org singapura makan roti dengan selai ?"
Spore: "Tentu saja"
Datuk : "Kami tidak. (sambil tertawa kecil)
Di Malaysia kami makan buah segar di waktu sarapan. Kami kupas kulitnya dan kami kumpulkan di kontainer, diolah, di produksi menjadi selai.
Lalu di ekspor ke Singapura"

Kali ini, si Spore balas bertanya : "Apakah kalian, orang-orang Malaysia melakukan hubungan sex?"
Datuk : "Kenapa ? tentu saja kami melakukan hubungan sex"
Spore : "Apakah bangsa kalian menggunakan 'pengaman' ?"
Datuk : "Oh Tentu, tentu saja !! Bangsa Kami sdh maju spt Singapura, jadi kami menggunakan kondom"
Spore : "Lalu, apa yang kalian lakukan dengan kondom yang telah digunakan ?"
Datuk : "Tentu saja Kami buang"
Spore : "Kami tidak. Di Singapura, kondom2 tersebut dikumpulkan ke dalam kontainer, di lebur, dibuat permen karet!

" CINTA PUTIH "

Ada bayang yang tak pernah pergi
Ada nama yang s’lalu mendiami
serta seutas wajah yang menerangi
Pada hati…bangkitkan semangat diri
tuk lalui hari-hari
Meski kutau bagiku takkan mungkin lagi ada dirimu
Tetap saja kubiarkan engkau mendiami seluruh taman asa
di antara kuntum bunga mawar yang pernah ada diantara kita
Merekah indah diantara ‘harap dan nyata’
Ada keyakinan yang tak terbeli
Oleh ribuan hari-hari penantian hati
Susuri hidup… walau tertatih seorang diri
dan kau tetap disana, diami sudut paling sunyi
dan suci…

Kamis, 11 Agustus 2011

Cintai Nya

Sang Kuasa selalu punya rencana indah untuk kita umatNya
Sesekali langsung membahagiakan hati…
Terkadang sejenak bertentangan dengan harap
Kau hanya perlu mensyukuri dan merenungi
Usah kau terus mempertanyakan, buang semua logika
Berdoalah senantiasa… dan syukuri baik buruk yang kau rasa
Saat kau berniat baik dan meminta yang terbaik, itulah yang kan Dia beri
Terkadang seketika… seringkali harus lalui hari yang menguji hati
Selalu ada rencana indah untukmu
Walau seringkali kau melupakanNya
Selalu ada rencana indah bagimu
Jika kau terus meminta padaNya

Jumat, 29 Juli 2011

BH

Di sebuah rumah kontrakan di pinggir jalan desa Sukasuka di huni oleh pasangan suami istri pengantin baru.

Kamar mandi rumah tersebut terletak di depan rumah, tepatnya berada di pinggir jalan. Kamar mandi tersebut hanya di batasi oleh dinding dengan ketinggian sekitar 1 meter atau setengah badan.

Istri : "Tadi pas aku buka BH ada pria ganteng ngeliatin aku terus…"

Suami : "Terus apa yang kamu lakukan ?"

Istri : "Aku malu banget mas, aku tutupin aja muka aku pakai BH"

Suami : "Dasar dodol…."

Kamis, 28 Juli 2011

BANK PEMBANTU XXX

Pada suatu hari nampaklah massa berkerumun didepan sebuah bank yang tergolong baru buka cabang disitu. Sekelompok pria dan wanita muda melakukan demontrasi menuntut hak dan keadilan karena lamaran mereka untuk menjadi karyawan pada bank tersebut ditolak. Spanduk dan Poster dibentangkan dihalaman depan Bank XXXXX sehingga sempat memacetkan lalu lintas sekitar tempat kejadian. Dalam keadaan biasa, daerah sekitar Roxy-Jakarta Barat situasi lalu lintas sudah padat-merayap apalagi ada demonstrasi. “Jelek-jelek begini saya pernah kerja dengan orang Korea”, teriak seorang demonstrator yang ternyata wanita muda. “Saya pernah kerja dengan Jepang”, sambung yang lainnya “Saya pernah kerja di Arab Saudi”, yang lainnya berteriak. Usut punya usut, bank yang baru dibuka tersebut yang menuliskan papan nama “BANK PEMBANTU XXXXX” ternyata membuka lowongan untuk merekut pegawai. Para pembantu rumah tangga beranggapan bahwa bank tersebut khusus untuk para pembantu (rumah tangga). Maka berbondong-bondong dengan penuh antusias mereka mengajukan surat lamaran kerja. Setelah dijelaskan duduk perkaranya, satu persatu para “demonstran” tadi meninggalkan tempat sambil bersungut-sungut.
“Mangkanya jangan pakai papan nama Bank Pembantu dong, kirain banknya para pembantu”

Selasa, 26 Juli 2011

PENGANTEN LUCU

Ketawa Yuuu,,,,,,!!!!

12 Feb
Kembali saya sisipkan cerita berupa humor yang menjadi salah satu cermin dari warna-warni hidup kita, hidup itu sungguh penuh warna, merah, kuning, hijau, oppss,,,,!!! kok jadi kaya pelangi ya,,,??? he he he,,,, tapi betul lho hidup itu penuh pernak dan pernik, ada lucu, ada gak lucu, ada tragedi, ada komedi,  ada suka, ada duka, ada tawa, dan ada air mata, tinggal kita mau fokus ke mana dengan resiko ditanggung sendiri,,,,,!
Canda kadang menjadi serius, namun hidup tanpa canda jadi kering kerontang, Oke dech,,,,yuk kita simak humor-humor dibawah ini,,,,,, CEKIDOTT,,,,,!!! he he he,,,,,
Pengantin Baru
Ada sepasang pengantin baru Nono dan Nani, suatu kali mereka mengalami gangguan kesehatan, setelah diperiksa dengan teliti, dokter menyimpulkan hal itu disebabkan oleh frekuensi hubungan seks yang terlalu tinggi.
“Sebaiknya untuk sementara kalian batasi dulu kegiatan seks, tiga kali saja seminggu, untuk memudahkan mengingat, saya sarankan untuk melakukan hubungan intim hanya pada hari yang berawalan dengan S, yaitu Senin, Selasa dan Sabtu” saran dokter.
Akan tetapi, pada malam ketiga Nono tidak tahan lagi, ia mencumbui istrinya yang sedang tidur sampai terbangun.
“hari apa ini mas?” tanya Nani.
“Sumat”.
*Jangan jadikan keinginan, hasrat dan nafsu sebagai raja atas kita, menguasai dan mengendalikan kita, sebaliknya, usahakan kendali selalu ada ditangan kita, sehingga kitalah yang menyetirnya kearah yang terbaik menurut kita.*
Mencontoh Ayam
Suatu kali Adun mengajak istrinya Mirnah pergi berlibur ke suatu peternakan ayam dipinggir kota, yang empunya menemani mereka melihat-lihat peternakan. Tiba-tiba seekor ayam jantan berlari mengejar seekor ayam betina, ketika “dapat” langsung saja “diterkam”, anehnya si ayam betina tak memberikan perlawanan, kejadian ini tak luput dari perhatian Adun dan Mirnah.
“Pak, berapa kali si ayam jantan ini “menerkam” si ayam betina sehari?” tanya Mirnah
“ya kira-kira 4 atau 5 kali sehari” jawab si pemilik peternak.
Mirnah terbelalak, lalu memandang Adun, “pak, apa kamu nggak dengar itu?”
Adun tak kaget, lalu  mengajukan pertanyaan kepada si pemilik ternak “pak, sudah berapa ayam betina yang “diterkam” si ayam jantan ini?”
Pemilik ternak menjawab, “kami punya banyak kandang ayam, dalam satu kandang, kami tempati satu ayam jantan, betinanya ada 20 ekor dalam satu kandang”
Adun memandang Mirnah dan berkata, “Bu, apa kamu nggak dengar itu?”
#Hati-hati dengan sikap “menang-manangan” sebab biasanya malah nggak ada yang menang, paling baik bersikap win-win solution, iya kan,,,#
Penyuluhan Kesehatan
Seorang dokter muda berparas cantik dari kota melakukan penyuluhan kesehatan di desa Nanang. Nanang, Agus dan Rudi ikut dalam acara tersebut. Kepada penduduk desa yang sudah berkumpul, dokter itu berkata, “menjaga kesehatan diri sendiri dimulai dari bagaimana menjaga kebersihan pakaian”, lalu dokter itu menoleh kearah bapak-bapak, “saya ingin tahu, seberapa seringkah bapak-bapak mengganti celana dalam?”
Rudi     : (agak malau-malu) “kalo saya sih cukup sehari sekali”
Agus    : “payah! saya 3 kali sehari”
Dokter: “bagaimana pengitungannya?”
Agus    :  “pagi hari setelah mandi, sore hari dan malam hari sebelum tidur”
Nanang: “gitu aja sombong,,,!!! saya 12 kali,,,,!!”
Dokter: “wah… itu bagaimana ngitungnya?”
Nanang: “Januari, Februari, Maret,………”
#Setiap orang punya cara sendiri menafsirkan sesuatu,  jadi, jangan melakukan tindakan sebelum yakin benar bahwa tafsir anda benar.